Hari Nusantara kodiklatal 2017

by Desember 14, 2017
Angkatan Laut Berita Utama 0   383 views 0

brigjen TNI Mar kasirun situmorang

Paradigma Indonesia,sby – Sedikitnya 2.500 Prajurit Antap, siswa dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) menggelar peringatan Hari Nusantara tahun 2017. Peringatan yang dilaksanakan dalam upacara militer tersebut dipimpin langsung  Wakil Komandan (Wadan) Kodiklatal Brigjen TNI Marinir Kasirun Situmorang, S.H di Lapangan Kesatrian Bumimoro Kodiklatal, Rabu, (13/12).

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam sambutan yang dibacakan Wadan Kodiklatal Brigjen TNI Marinir Kasirun Situmorang, S.H menyampaikan bahwa peringatan hari Nusantara  yang dilaksanakan setiap tanggal 13 Desember tersebut merupakan peringatan yang ke 18 kalinya. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Deklarasi Djoeanda yang dicetuskan pada tanggal 13 desember 1957 oleh perdana menteri Djoeanda Kartawijaya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Deklarasi Djoeanda tanggal 13 DE sember 1957 merupakan tonggak bagi penyatuan wilayah Indonesia yang utuh diantara pulau yang satu dengan lainnya tidak lagi terdapat laut internasional.  Sehingga melalui pernyataan diri sebagai Negara kepulauan maka laut bukanlah pemisah tetapi  pemersatu bangsa.

Melalui Deklarasi Djoeanda ini maka prinsip –prinsip wilayah laut Negara kepulauan kemudian diterima sehingga wilayah laut Indonesia bertambah luas menjadi kurang lebih 5,8 juta Km. dari deklarasi tanggal 13 Desember tersebut ditetapkan sebagai Hari Nusantara oleh Presiden RI Kelima Ibu Megawati  Soekarnoputri  melalui Kepres No 126 tahun 2001.

Menurutnya, momen hari Nusantara selain bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari yang hidup dinegara kepulauan bercirikan nusantara, juga dimaksudkan untuk mengubah mindset terhadap ruang hidup dan ruang  juang dari matra darat menjadi matra laut serta meningkatkan pemahaman wawasan kelautan kepada masyarakat.

Hal ini tentunya dalam dalam rangka mewujudkan Indonesia menjadi Negara maritime yang mampu mengelola potensi sumber daya alam laut bagi kesejahteraan masyarakat sebagai visi pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritime dunia.

pen-kodiklatal/red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *