Puluhan Driver Truk Curi Gula, Hanya 3 Yang di Adili

by Februari 8, 2020
Berita Hukum Ragam 0   567 views 0

Surabaya,paradigmaindonesia.com  – Tiga terdakwa pelaku pencurian Gula (Raw Sugar) kurang lebih 9 Ton yakni, Supriyanto Bin Arif Sukimin dan Djohan Santoso Bin Achmad serta Edi Saputra Bin Warsito, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jalan Raya Arjuna No 16-18 Surabaya, Kamis (6/2) lalu.

Saat persidangan agenda dakwaan digelar diruang sari 1, yang diketuai majelis hakim Cokorda Gede Arthana, Sifa Urosidin, FX Hanung Dwi Wibowo, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar Amin dari Kejari Tanjung Perak memulai membacakan dakwaannya.

“Bahwa ketiga terdakwa masing masing Supriyanto Bin Arif Sukimin dan Djohan Santoso Bin Achmad serta Edi Saputra Bin Warsito telah melakukan pencurian Gula atau Raw Sugar milik PT. Cheil Jedang.” Terang jpu yusuf mengawali.

“Bahwa akibat perbuatan para terdakwa, saksi PT. Cheil Jedang sebagai pemilik barang menderita kerugian kurang lebih sebesar Rp.55.000.000,(lima puluh lima juta rupiah), Selanjutnya perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 363 Ayat (1) Ke-4 KUHP .” ujarnya membaca dakwaan secara singkat.

Seperti diketahui sesuai dakwaan jaksa, Muatan gula milik PT. Cheil Jedang Indonesia yang berkantor di Ds. Arjosari Rt/ 004 Rw.002 Kec. Rejoso Kab. Pasuruan Jawa Timur, Berawal ketika pada hari Minggu tanggal 27 Oktober 2019 sekira pukul 16.51 WIB bertempat di Gudang Jamrud utara Pelabuhan Tanjung Perak.

Sebelumnya, Menunjuk PT. Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Perak (Pelindo III) sebagai Perusahaan Bongkar Muat cargo. Lalu PT. Pelindo III juga menunjuk jasa tracking atau pengangukatannya ke PT. SINAR MAJU (PT SINMA) alamat Jl. Perak Barat 245 Surabaya, untuk mengangkut raw sugar dari terminal Jamrud Utara sampai dengan ke gudang PT. Cheil Jedang Indonesia di Pasuruan.

Bahwa selanjutnya PT. SINAR MAJU menugaskan terdakwa I SUPRIYANTO sebagai sopir dump truck dengan Nopol L-9415-UV membawa raw sugar sebanyak 33 (tiga puluh tiga) Ton, dan terdakwa II DJOHAN SANTOSO sebagai sopir dump truck dengan Nopol L-9913-UU membawa raw sugar sebanyak 33 (tiga puluh tiga) Ton dan Terdakwa III EDI SAPUTRA sebagai sopir dump truck dengan Nopol L-8859-UU membawa raw sugar sebanyak 32 (tiga puluh dua) Ton.

Setelah itu, para ketiga terdakwa dengan mengendarai mobil dump truck masing-masing pergi menuju ke pelabuhan jamrud Tanjung Perak Surabaya, untuk mengambil raw sugar tersebut. Selanjutnya, berkomunikasi dengan nama Ambon (Status DPO) untuk mengondisikan di Jembatan Penimbangan Jamrud.

Lalu Ambon (DPO) pun mengubungi petugas jembatan timbang Jamrud Hari Purnomo Alias Tuek (DPO) untuk menipulasi berat masing-masing truk dengan cara muatan milik Terdakwa I Supriyanto yang seharusnya memuat 33 Ton dimanipulasi menjadi memuat 30 Ton, Dan terdakwa II Djohan yang seharusnya memuat 33 Ton dimanupulasi menjadi memuat 29 Ton, serta Terdakwa III Edi Saputra yang seharusnya memuat 32 Ton dimanipulasi menjadi 29 Ton.

Lebih lanjut, setelah para terdakwa memperoleh surat jalan dari Pelabuhan Tanjung Perak sekira pukul 22.00 WIB dalam perjalanan, para terdakwa membelokan rute perjalannaya ke Parkiran Truk Bunderan Apollo Gempol Pasuruan untuk bertemu dengan orang suruhan Sunarko Efendi (DPO) yang menjadi pembeli raw sugar tersebut dengan harga masing-masing per-ton sebesar Rp.1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) lalu petugas pun menangkap para terdakwa.

Sehingga akibat perbuatan para terdakwa tersebut saksi PT. Cheil Jedang menderita kerugian kurang lebih sebesar Rp. 55.000.000, (lima puluh lima juta rupiah), Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 363 Ayat (1) Ke-4 KUHP.

Sementara dari hasil penelusuran media ini nara sumber yang tak ingin disebut namanya mengatakan para pelaku pencurian yakni sopir truk bukan hanya 3 orang (jadi terdakwa), melainkan sekitar 33 orang dan oleh perusahaan tracking jasa pengangkutan para sopir- sopir tersebut sebagian dipecat. Ini dilakukan  untuk menghindari penyitaan barang bukti puluhan Truk serta muatan gula ratusan ton oleh pihak kepolisian. Dikabarkan juga ada 2 orang sopir inisial nama Kms dan Mdn. yang kini masih bekerja

“Pelaku bukan hanya tiga orang saja dan ada sekitar tiga puluh tiga orang, sedangkan yang dua orang masih kerja karena teman dekat bos (Kepala kendaraan).”ungkap sumber kepada media ini dengan memberikan daftar nama sopir dan nomor polisi kendaraan truk serta no lambung maupun foto.

Sumber juga membeberkan dalam perkara ketiga terdakwa, dimana barang bukti Truk yang disebutkan bukan nomor polisi ketiga truk para terdakwa. Namun truk dengan nomor polisi lainnya, seperti ditulis 1 unit truck bak warna hitam Nopol AA-1511-TB beserta muatan berupa gula seberat 11 ton dst yang tetap terlampir dalam berkas perkara.

“Aneh mas perkaranya, kok dipengadilan dalam dakwaan barang bukti ditulis nomor polisi truk lain, Sementara semua truk perusahaan tempat terdakwa bekerja tidak ada nopol AA dan bak warna hitam, melainkan rata rata warna merah.”ujar sumber  yang mengaku lama bekerja di tanjung perak.” tuturnya

Sementara dikonfirmasi kebenaran sumber tersebut ke perusahaan trucking PT Sinar Maju di Garasi Truk (Tempat parkir truk) jalan Laksda M Nasir Tanjung Perak, Haris sekuriti mengatakan bos perusahaan  Wen Wen tidak ada dilokasi, kemudian tim diarahkan menemui pengurus kendaraan bernama Doni.

“Pak wen wen tidak ada ditempat kalau sabtu hanya setengah hari aja mas, gimana kalau ketemu pengurus kendaraan aja pak doni.”kata security PT Sinma kepada tim wartawan.

Saat bertemu Doni dan menyampaikan bosnya sedang tidak dilokas. Doni pun menambahkan bos nya juga tidak bisa dihubungi melalui saluran telponnya. Doni menyarankan  untuk ke kantor pusat jalan perak barat.

Tim akhirnya mencoba menelpon Wen Wen selaku bos truk PT Sinar Maju (Sesuai informasi Cucu dari pemilik perusahaan yang memilik sekitar 140 unit Dump Truk), Melalui nomor selular 082227877xxx dikonfirmasi terkait informasi dugaan sopir truk yang melakukan pencurian bukan hanya tiga orang sopir, melainkan puluhan sopir serta terkait barang bukti dan sopir dikeluarkan.  Ia mengatakan soal sopir truk lainnya adalah urusan Pelindo karena yang melaporkan dan soal barang yang hilang sudah diganti.

“Yang pelapornya bukan kita tapi Pelindo, karena itu barangnya Pelindo kita cuma angkutan aja. Soal lainnya itu internal kita pak silakan tanya Pelindo  yang sebagai pelapornya, dan barang yang hilang kita sudah ganti.”jawabnya Sabtu (8/2).(yt/ Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *