Soal Sopir Truk Curi Gula

by Februari 13, 2020
Berita Ragam 0   362 views 0

Kody Lamahayu : Harapan saya agar aparat tegas menangkap para pelaku

Surabaya, paradigmaindonesia.com , – Menyikapi persoalan maraknya muatan truk yang hilang akibat dilakukan Sopir Truk, seperti yang dilakukan pada tiga orang terdakwa pelaku pencurian Gula (Raw Sugar) baru baru ini tengah jalani persidangan
Ketua Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA) Kody Lamahayu saat ditemui dikantor organda Jalan Perak Barat no 325 Tanjung Perak menjelaskan Organda tanjung perak adalah angkutan barang, Jadi angkutan barang hanya mengangkut barang tidak menanggung keamanannya.
“Jadi pemilik barang itu harus menyediakan keamanannya. Perusahaan tidak akan melindungi selama sopir melakukan kejahatan.” kata pengusaha pemilik ratusan dump truk.
Oleh karena itu soal maraknya ulah oknum para sopir yang melakukan penggelapan barang yang dibawa, maupun agar ditangkap dan diproses sebagaimana mestinya.
“Memang ada aja sopir yang menggelapkan barangnya yang dibawa dan harapan saya agar aparat tegas menangkap para pelaku.” tegas pengusaha senior di tanjung perak tersebut kepada sejumlah wartawan
Seperti pada pemberitaan sebelumnya, dengan membawa kendaraan jenis Dump Truk milik PT Sinar Maju (Perusahaan Penyewaan) sejumlah sopir kini jadi terdakwa dipengadilan karena melakukan pencurian muatan gula puluhan ton milik PT Cheil Jedang Indonesia yang berkantor di Ds. Arjosari Rt/ 004 Rw.002 Kec. Rejoso Kab. Pasuruan Jawa Timur.,
Sementara salah satu pimpinan perusahaan persewaan truk Wenwen saat dikonformasi mengatakan dalam masalah tersebut pelapornya pihak pelindo selaku perusahaan bongkar muat yang ditunjuk PT Cheil Jedang (PT CJ).
Selanjutnya, Rendy selaku humas Pelindo III ketika dikonfirmasi Selasa (11/2) kemarin melalui pesan Whatsappnya, membenarkan jika pihaknya yang melaporkan kejadian tersebut ke polres tanjung perak.
“Yang melaporkan pelaku pencurian kami Pelindo 3 Regional Jawa Timur, pelaku dua orang sopir. Pelindo tidak menerima ganti rugi karena yang mengalami kerugian bukan kami pak,Yang menderita kerugian adalah CJ sebagai pemilik muatan.”kata rendy humas pelindo bagian Umum.
Sebelumnya dari informasi pada dakwaan jaksa jika selain tiga orang terdakwa yang saat ini sedang di adili di Pengadilan Negeri Surabaya, yakni Supriyanto Bin Arif Sukimin dan Djohan Santoso Bin Achmad serta Edi Saputra Bin Warsito. Juga ada beberapa pelaku lainnya yang belum dijadikan tersangka oleh petugas aparat, antara lain 1.Ambon (DPO), 2.Sunarko Efendi Penadah (DPO), 3.Hari Purnomo petugas timbangan (DPO).
Dimana sebelumnya PT Cheil Jedang yang menunjuk PT. Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Perak (Pelindo III) sebagai Perusahaan Bongkar Muat cargo. Lalu PT. Pelindo III juga menunjuk jasa tracking atau pengangukatannya ke PT. SINAR MAJU (PT SINMA) alamat Jl. Perak Barat 245 Surabaya, untuk mengangkut raw sugar dari terminal Jamrud Utara sampai dengan ke gudang PT. Cheil Jedang Indonesia di Pasuruan.
Selanjutnya PT. SINAR MAJU menugaskan terdakwa I SUPRIYANTO sebagai sopir dump truck dengan Nopol L-9415-UV membawa raw sugar sebanyak 33 (tiga puluh tiga) Ton, dan terdakwa II DJOHAN SANTOSO sebagai sopir dump truck dengan Nopol L-9913-UU membawa raw sugar sebanyak 33 (tiga puluh tiga) Ton dan Terdakwa III EDI SAPUTRA sebagai sopir dump truck dengan Nopol L-8859-UU membawa raw sugar sebanyak 32 (tiga puluh dua) Ton.
Setelah itu, para ketiga terdakwa berkomunikasi dengan nama Ambon (Status DPO) untuk mengondisikan di Jembatan Penimbangan Jamrud.
Lalu Ambon (DPO) pun mengubungi petugas jembatan timbang Jamrud Hari Purnomo Alias Tuek (DPO) untuk menipulasi berat masing-masing truk dengan cara muatan milik Terdakwa I Supriyanto yang seharusnya memuat 33 Ton dimanipulasi menjadi memuat 30 Ton, Dan terdakwa II Djohan yang seharusnya memuat 33 Ton dimanupulasi menjadi memuat 29 Ton, serta Terdakwa III Edi Saputra yang seharusnya memuat 32 Ton dimanipulasi menjadi 29 Ton.
Setelah para terdakwa memperoleh surat jalan dari Pelabuhan Tanjung Perak sekira pukul 22.00 WIB dalam perjalanan, para terdakwa membelok kan rute perjalanannya ke Parkiran Truk Bunderan Apollo Gempol Pasuruan untuk bertemu dengan orang suruhan Sunarko Efendi (DPO) yang menjadi pembeli raw sugar tersebut dengan harga masing-masing per-ton sebesar Rp.1.5 Juta.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *