Bahas Pemanfaatan Maritim untuk Kesejahteraan Masyarakat, PIH UNAIR Hadirkan Tiga Guru Besar

by September 14, 2018
Berita Komunitas Pendidikan 0   206 views 0

Surabaya,paradigmaindonesia.com  –Kebijakan dan konsepkemaritiman yang dilakukan oleh pemerintah semakin memperlihatkan hasil yang positif. Namun, disisi lain masih diperlukan adanya pembenahan dan perbaikan, agar Indonesia tetap menjadi poros maritim dunia.

Oleh karena itu Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, melalui Pusat Informasi dan Humas (PIH) menggelar diskusi bertajuk Gelar Inovasi Guru Besar di Ruang Kahuripan 300, Kantor Manajemen UNAIR, Kampus C. Tema ”Pemanfaatan Kekayaan Maritim dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia” dipilih dalam diskusi pada,Kamis (13/9).

Ketua PIH UNAIR Dr. Suko Widodo menyampaikan bahwa konsep kelautan sebagai masa depan bangsa Indonesia memang muncul sejak dulu. Karena itu, lanjut dia, diperlukan diskusi terkait dengan hal tersebut sebagai upaya mewujudkannya secara bersama-sama.

”Saya mengagumi salah satu sosok, yaitu Gus Dur yang juga pernah mengangkat konsep kebijakan kemaritiman ini. Diskusi terkait dengan ini sangat penting dilakukan. Sebab Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Itulah potensinya,” ujarnya.

Dr. Suko menambahkan, dalam Gelar Inovasi Guru Besar kali ini, dihadirkan tiga pakar dari tiga bidang keilmuan  yang berbeda. Yakni, Prof. Ir. Moch. Amin Alamsjah, M.Si., Ph.D., guru besar Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK); Prof. Dr. Dian Agustia, Dra., Ak., M.Si., CMA., CA., guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB); dan Prof. Dr. Musta’in Mashud, Drs., M.Si., guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Ketiga paparan guru besar dimoderatori Ainur Ahadi Abdillah, S.Pi., M.Si.

Gelar Inovasi Guru Besar tersebut dihadiri peserta dari berbagai elemen. Di antaranya, berasal dari unsur TNI Angkatan Laut (AL), institusi pemerintahan, akademisi, dan masyarakat umum. (mad/jn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *