Dipundak Siswa Diktukpa Terpikul Beban Berat Menanamkan Nilai Luhur Bangsa

by Oktober 16, 2018
Angkatan Darat TNI 0   964 views 0

Surabaya,paradigmaindonesia.com – Pembinaan rohani dan mental ideologi sebagai upaya meningkatkan moralitas dan keimanan merupakan hal penting dalam pendidikan pembentukan Diktukpa ini, karena di pundak saudara terpikul beban berat untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa dan jatidiri prajurit matra laut kepada anggota dalam mencapai tujuan organisasi TNI AL.
Demikian disampaikan Komandan Komando pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan laut (Dankodiklatal) Laksda TNI darvwanto, S.H., M.A.P pada Upacara Pembukaan Siswa Pendidikan Pembentukan Perwira (Diktukpa) TNI AL Angkatan ke-48 Ta 2018 yang digelar dilapangan Dakota Pusat latihan Pendidikan Dasar Kemiliteran (Puslatdiksarmil) Juanda Sidoarjo beberapa waktu lalu
Pembukaan pendidikan yang dihadiri Komandan Puspenerbal, Wadan Kodiklatal, Para Direktur Kodiklatal, Wadan Kodikopsla, Inspektur Kodiklatal, para Komandan Kodik, Komandan Puslat dan Komandan Pusdik Jajaran Kodiklatal ini diikuti 350 peserta yang sebelumnya telah lulus dalam pelaksaan Pantukhir.
Ke 350 siswa Diktukpa tersebut terdiri Korps Pelaut 85 orang, Korps Teknik 60 Orang, Korps Elektro 26 orang, Korps Suplay 54 orang, Korps Khusus 13 orang, korps kesehatan 13 orang, Korps Pomal 12 Orang dan Korps Marinir 87 orang.
Dalam kesempatan tersebut Komandan Kodiklatal menyampaikan ucapkan selamat atas keberhasilan para siswa yang telah masuk dalam pendidikan Diktukpa ini, dengan harapan, semangat kompetisi seperti yang telah tunjukkan dalam seleksi penerimaan calon siswa, tetap dapat dipertahankan untuk mengikuti seluruh program pendidikan, sehingga kelak berhasil dengan nilai yang maksimal sesuai tujuan dan sasaran pendidikan.
Lebih lanjut disampaikan secara keseluruhan, pendidikan ini akan dilaksanakan selama 10 bulan yang terbagi dalam 2 tahap. Tahap pertama, para siswa akan menempuh pendidikan dasar golongan di Puslatdiksarmil Juanda selama 3 bulan dan tahap kedua, pendidikan dasar golongan lanjutan di Pusdik-Pusdik terkait sesuai dengan kejuruan selama kurang lebih 7 bulan.
Adapun tujuan pendidikan ini, lanjut Orang Nomor satu dijajaran Kodiklatal adalah untuk mendidik dan membentuk para bintara terpilih menjadi perwira TNI AL yang memiliki sikap dan perilaku sebagai prajurit pejuang saptamarga yang memiliki kesamaptaan jasmani sesuai standar binjas TNI/TNI AL serta dapat dikembangkan sesuai dengan kejuruan masing-masing.
Disisi lain disampaikan bahwa perkembangan lingkungan strategis yang sangat dinamis dewasa ini, memiliki implikasi yang cukup signifikan dalam penyelenggaraan pertahanan negara. Kecenderungan lingkungan strategis semakin sulit diprediksi karena ketidakteraturan dan ketidakstabilan. Dinamika ini sangat memengaruhi pola dan bentuk ancaman yang semakin kompleks dan multidimensional, berupa ancaman militer, ancaman non militer dan ancaman hibrida yang dapat dikategorikan dalam bentuk ancaman nyata dan belum nyata.
Oleh karena itu, memiliki Angkatan Laut yang profesional, didukung alutsista modern merupakan keniscayaan untuk menghadapi dinamika ancaman tersebut, sehingga kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengawak organisasi TNI AL harus ditingkatkan. Untuk mempersiapkan perwira TNI Angkatan Laut menghadapi tantangan tugas tersebut, dalam pendidikan nanti para akan mempelajari banyak pengetahuan, diantaranya kepemimpinan, kultur kehidupan korps perwira TNI Angkatan Laut, jiwa korsa dan kebanggaan sebagai prajurit matra laut yang senantiasa berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Trisila TNI AL dan Delapan Wajib TNI. (yat/wan/kodktl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *