Imbauan Jokowi Antisipasi Konflik Pilkada hingga Penipuan CPNS di Sragen

by Januari 24, 2018
Berita 0   269 views 0

Joko Widodo

Paradigmaindonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Polri dan TNI mengedepankan langkah persuasif dalam menangani konfik Pilkada 2018 di 171 daerah.

Perintah itu disampaikan Presiden saat Rapat Pimpinan TNI-Polri 2018 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (23/1). ”Penekanan beliau (Jokowi) yang paling utama dalam rangka pilkada dan pilpres adalah jajaran TNI dan Polri untuk netral. Beliau (jokowi) minta agar dilakukan langkah-langkah persuasif untuk menyelesaikan potensi konflik dibanding dengan cara-cara responsif, represif,” ujar Kapolri Jenderal Pol.

Dinas Perhubungan Jawa Tengah belum mengumumkan teknis penerapan aturan mengenai taksi online. Rencananya, kuota taksi onlinedi Solo, Sukoharjo, dan Karanganyar adalah 100 unit.

Kuota itu lebih kecil dibandingkan pengemudi taksi online di Soloraya yang mencapai lebih dari 700 orang. Kepala Bidang Angkutan Dishub Solo, Taufiq Muhammad, mengatakan belum menerima surat edaran resmi dari Pemprov Jawa Tengah terkait rencana penerapan Permenhub No. 108/2018 per 1 Februari 2018.

Tentang kasus penipuan yang memberikan iming-iming menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Empat orang guru wiyata bakti (WB) asal Ngrampal, Sidoharjo, dan Tanon menjadi korban penipuan atau penggelapan dengan kerugian mencapai Rp287 juta.

Modus penipuan yang dilakukan tersangka pelaku yang seorang pensiunan guru pegawai negeri sipil (PNS) asal Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, yaitu HM, 58, itu adalah dengan menjanjikan mereka bisa lolos menjadi CPNS. Para korban yang merupakan guru WB terdiri atas Bambang Tri Wahyudi, warga Ngrampal, Sragen : Nunuk Rahmawati dan Yusuf Hermawan, warga Jetak, Sidoharjo, Sragen, serta Istiqomah warga Slogo, Tanon, Sragen. Bambang, Nunuk, dan Yusuf merupakan anak kandung pelapor atas kasus tersebut, Fauzan Hidayat, 73, yang tinggal di Jetak, Sidoharjo, Sragen. Sementara Istiqomah merupakan keponakan Fauzan Hidayat.

Program relokasi warga bantaran Kali Anyar dan Kali Pepe terdampak proyek penanganan banjir di wilayah Solo utara dipastikan rampung paling lambat Mei mendatang. Program relokasi bantaran Kali Anyar dan Kali Pepe tersebar di tiga wilayah, meliputi Kelurahan Manahan, Gandekan dan Nusukan.

”Sebenarnya secara administrasi telah selesai tahun lalu. Tinggal Gandekan yang masih menyamakan persepsi dengan Pemerintah Sukoharjo,” kata Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KKP) Solo, Agus Djoko Witiarso ketika dijumpai di ruang kerjanya, Selasa (23/1/2018)

(tita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *