Iswahyudi akan jadi kenangan?

by Desember 14, 2017
Angkatan Udara Berita Utama 0   735 views 0

Paradigmaindonesia.com – Percepat Pembangunan Pacitan, Lanud Iswahyudi Diusulkan Pindah, demikian berita yang mendadak seolah meruntuhkan hati. Usulan pemindahan Lanud Iswahjudi itu ‎dikemukakan Pemerintah Jawa Timur mengusulkan Pangkalan Udara Iswahyudi, Kota Magetan,Akan dipindah ke Morotai, Maluku Utara. Selain tidak ideal, lokasi Lanud Iswahyudi dinilai menjadi kendala untuk membangun bandar udara di Pacitan. Menurut Gubernur Jawatimur Soekarwo,  lokasi ideal untuk latihan perang berada di daerah pinggiran, bukan di daerah perbukitan. Bupati Pacitan Indartato juga berpendapat senada. Menurut Indartato,  usulan pembangunan bandara di Pacitan sebenarnya sudah dilakukan sejak 2004. Namun, kata dia, usulan pendirian bandara di Pacitan terkendala keputusan Kepala Staf Angkatan Udara yang menyatakan wilayah udara Pacitan masuk zona latihan pesawat tempur.

Pertimbangan pertahanan keamanan negara termasuk penentuan lokasi lapangan udara untuk militer bukanlah hal yang sederhana. Untuk negara yang terdiri dari kepulauan dan perairan di Indonesia, penentuan lokasi penempatan satuan-satuan tempur bukanlah sesuatu yang dilakukan begitu saja. Ada pertimbangan dan ukuran-ukuran yang dikaji secara cermat. Salah satu contoh kajiannya adalah Economic and Strategic Considerations in Air Base Location yang meliputi:  systems costs traceable to base decisions versus the costs of installation elements – ga kebayang deh latihan perangnya bagaimana kalau tidak ada area perbukitannya, location and locality costs (nah disini keunggulan lokasi Lanud Iswahjudi, bagi yang suka dengan film pertempuran udara tentu memahami keunggulan lokasi yang “terlindung” perbukitan dan gunung). Pertimbangan lainnya tentu berkaitan dengan lokasi-lokasi vital negara yang harus diamankan. Contohlah seperti Amerika Serikat, selain Kota Washington maka ada kota lain yang termasuk vital yaitu San Fransisco dan New York. Karenanya setiap Lanud memiliki  pertimbangan yang dihitung secara cermat dan diilustrasikan dengan teliti hingga akhirnya ditetapkan fungsi dari masing-masing lokasi Lanud. Sebagai penegasan, harus diingat, kekuatan matra udara, bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang begitu luas dan terdiri dari kepulauan dan perairan merupakan sebuah hal yang sangat penting untuk menjaga kedaulatan nusantara.

Ironis. Jika Iswahyudi juga ikut tergusur. Setelah Halim Perdanakusuma, Hasanuddin, Abdurahman Saleh, maka Iswahjudi sebagai wilayah yang digunakan sebagai instalasi dan latihan militer pun akan juga tergusur. Padahal di Lanud Iswahjudi adalah kawasan pertahanan udara Indonesia. Hampir 50 persen pesawat terbang ada di tempat tersebut. Yang paling urgent bahwa di Iswahjudi itu 50 persen kekuatan armada udara Indonesia. Sekedar catatan, setidaknya saat ini Lanud Iswahjudi memiliki tiga skuadron tempur, yaitu 3, 14, dan 15. Masing-masing skuadron berisi pesawat tempur andalan TNI AU, seperti F-16, F-5, T-5, dan Hawk.

aset NKRI yang tidak bisa ditawar lagi

Kepentingan ekonomi terlebiih jika memang itu untuk kepentingan kemajuan kesejahteraan rakyat memang patut dipikirkan. Namun mengesampingkan kepentingan pertahanan keamanan negara tentu bukan sesuatu langkah yang bijaksana. Sekedar mengingatkan seluruh elemen bangsa tentang penegasan pasal 20 ayat 3 UU No.3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara bahwa Pembangunan di daerah harus memperhatikan pembinaan kemampuan pertahanan. Ada banyak alternatif untuk memajukan perekonomian suatu daerah.

Semoga seluruh pihak yang terkait  khususnya pemerintah daerah, pemerintah pusat, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan TNI Angkatan Udara dapat mengkaji permasalahan ini secara lebih bijak dalam kerangka pemikiran kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika DPR RI telah mengisyaratkan menolak, baca: “DPR RI Tolak Lanud Iswahjudi Dijadikan Bandara Komersial” dan memberikan solusi lainnya dengan mengembangkan jalan tol, maka kini saatnya semua pihak terkait lainnya untuk mengkaji rencana pemindahan Lanud Iswahjudi ke Morotai, Maluku Utara dalam kerangka kepentingan pertahanan keamanan bangsa. Mengutip pernyataan anggota Komisi I DPR RI  Aryo Widjarnarko, jangan sampai karena ingin mencari mudahnya malah mengacaukan masalah pertahanan Indonesia.

Sebuah catatan keprihatinan tentang keberadaan elang gesit yang terancam terpinggirkan. Satu catatan penting yang harus dipahami bersama bahwa bagi negara yang terdiri dari kepulauan dan perairan seperti Indonesia,  kekuatan udara merupakan salah satu kekuatan pokok untuk menjaga kedaulatan negara. Terlebih dari perspektif pertahanan keamanan negara, berbagai latihan militer memerlukan tempat yang ideal. Dalam konteks latihan pertahanan keamanan negara tersebut keberadaan lanud Iswahjudi dengan  lokasi latihan di Lereng Gunung Lawu, Magetan sangat cocok untuk latihan keamananan pertahanan pangkalan (Kamhanlan), dan latihan survival dasar bagi para penerbang tempur. Selain itu lanud Iswayudi Madiun merupakan kontrol komando udara sebagai back up pengawasan laut Selatan atau Samudra Hindia. Dan jangan lupa, Lanud Iswayudi telah direncanakan sebagai pusat terpadu pelatihan jet tempur beserta pendidikan strategi dirgantara se-Indonesia. Semoga Lanud Iswahjudi tidak akan menjadi tinggal kenangan (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *