Konjen AS Beri Penghargaan 11 Anggota Polda Jatim

by Januari 3, 2019
Berita Polri 0   305 views 0

 

Surabaya,paradigmaindonesia.com – Sebanyak 11 anggota Polda Jatim dapat penghargaan dari Regional Security Office (RSO) USA Consulate General Surabaya (Konjen AS di Surabaya). Penghargaan kepada 11 anggota Polda Jatim itu diserahkan oleh Wakapolda Jatim di ruang kerja, Kamis (3/1).

Regional Security Office (RSO) USA Consulate General Surabaya memberi penghargaan kepada 11 anggota Polda Jatim atas keberhasilannya mengungkap dan menangkap pelaku penipuan yang melibatkan lambang Konjen AS.

Adapun 11 anggota Polda Jatim yang mendapat penghargaan antara lain Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan dan Wadir Reskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara Syarifuddin.

Dari Unit 1 Subbdit V Dit Reskrimsus Polda Jatim antara lain AKBP Harissandi, Iptu Wahyu Setya Andika, Ipda Dedhi Crisdianto, Brigadir Hari Kiawanto, Briptu Hasan Sarofi, Briptu Rudy Rufianto, dan Bripda Zhahenza Rosta Alam Nawa. Sedangkan anggota Polsek Lakarsantri yang mendapat penghargaan antara lain Bripka Tito Hermansyah dan Aiptu Rini Marga.

Pengungkapan kasua oleh Polda Jatim melalui Subdit Siber, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) itu berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial JS (37), warga Surabaya. JS ditangkap dengan dugaan tindak pidana ITE dan penipuan yang mencatut dan menggunakan logo dari Konsulat Jenderal Amenrika Serikat (Konjen AS) di Surabaya.

Untuk melakukan penipuan, tersangka menggunakan logo Konsulat Jenderal Amerika di Surabaya. Penyelidikan kasus ini, setelah adanya laporan dari pihak Konjen AS, bahwa ada seseorang yang memanfaatkan logo atau lambang Konjen AS di Surabaya.

Tersangka membuat akun whatsapp, menggunakan foto inisial BN. Dimana BN ini sebelumnya bekerja di United States, Konsulat Jenderal Surabaya, dibagian HRD, namun yang bersangkutan sudah keluar. Melalui akun tersebut, tersangka membuat pengumuman lowongan pekerjaan di Konjen AS. JS pun memberikan syarat, pelamar harus mentransfer uang adminiatrasi sebesar Rp 2 juta, untuk keperluan kelengkapan pekerjaan.

Dari kasus penipuan itu sebanyak enam orang menjadi korban dan memeriksa saksi sebanyak delapan orang dengan otal kerugian 12 juta. Polisi kemudian melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku.

Dalam kurun waktu kurang dari dua hari, pihaknya berhasil mengetahui pelaku, dan mengamankan JS di kediaman orang tuanya, di wilayah Sememi. Pelaku terancam hukuman pidana penjara 12 tahun, atas pelanggaran tindak pidana Iinformasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan informasi elektronik dan atau dokumen elektronik. Selain itu juga dijerat pasal 378 KUHP tentang Penipuan. (wan/jn/afr/s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *