Panglima TNI Ingatkan Prajurit Jaga Netralitas di Pilkada 2018

by Januari 20, 2018
Berita Utama Polri TNI 0   299 views 0

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengecek pasuksan saat memimpin upacara serah terima jabatan KSAU di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/1).

Paradigmaindonesia, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan kepada prajuritnya tetap menjaga netralitas memasuki tahun politik 2018 ini.

“Memasuki tahun politik, pesta demokrasi dengan warna yang beragam yang bernuansa akan terjadi konflik. TNI AU harus memegang teguh netralitasnya dari tingkat atas sampai tingkat satuan paling bawah,” ujar Hadi saat serah terima jabatan KSAU kepada Marsekal Yuyu Sutisna di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/1/2018).

Dia mengingatkan, komitmen TNI untuk memberikan bantuan kepada Polri dalam pengamanan Pilkada Serentak 2018 juga Pilpres 2019.

“Komitmen TNI memberikan bantuan kepada vendor dan Polri dalam pengamanan Pilkada Serantak tahun 2018 dan Pemilu 2019 senantiasa mengutamakan asas hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ucap dia.

Hadi menegaskan kepada prajuritnya agar mampu menjadi TNI yang profesional. “Kita harus bertekad membangun tentara yang profesional, disiplin, militan, dan rendah hati,” kata Panglima TNI. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan, jumlah bakal calon kepala daerah asal institusi negara seperti, ASN, TNI dan Polri aktif di Pilkada 2018 meningkat. Pada pilkada sebelumnya, keikutsertaan para anggota TNI Polri itu berasal dari yang sudah tidak aktif.

“Jumlah TNI-Polri aktif mengalami kenaikan trend pada Pilkada 2018, sebelumnya memang ada tapi mereka sudah tidak aktif,” kata Arief saat mengisi diskusi Polemik MNC TriJaya, di Resto Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 13 Januari 2018.

Dari data KPU, kontestasi Pilkada serentak yang akan berlangsung pada 27 Juli 2018 itu diikuti sebanyak 569 pasangan calon.

Pesta demokrasi di 171 daerah yang melewati tahapan pendaftaran pasangan calon itu bakal diikuti sebanyak 163.146.802 pemilih atau hampir 80 persen dari pemilih nasional yang diperkirakan 197 juta orang. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *