Sidang Lapak Dengan PT. Agra Menggantung Lagi

by Januari 25, 2018
Berita Utama Hukum 0   592 views 0

Paradigmaindonesia.com – Pembongkaran lapak pedagang di Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang Surabaya yang berujung ke persidangan tak juga menuai penyelesaian. Bahkan, hingga digelarnya sidang, Rabu (24/1/2018) di ruang R.Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, permohonan kuasa hukum Des Victor A Sinaga SH dan Utcok Jimmi Lamhot. S.H.tentang penghentian segala aktivitas yang dilakukan tergugat di area yang sudah rata dengan tanah tersebut ditolak Majelis Hakim.

“Kami memohon kepada yang Mulia (Hakim, red) agar tergugat menghentikan segala aktivitas apapun, apalagi melakukan pembongkaran,”Dalam permohonannya, Victor A Sinaga SH menegaskan, permintaan penghentian aktivitas di area lapak tidak boleh dilakukan selama belum ada putusan hukum dari pengadilan. Sayangnya, permohonan kuasa hukum penggugat, dalam hal ini para pedagang, tidak mendapat respon menggembirakan dari hakim persidangan.

Sidang kali ini kembali Di Pimpin Ketua Majelis Hakim Jihat SH,MHum. Dalam Sidang Penggugat dari Paguyupan Masyarakat Bersatu dikuasakan oleh Jimmy Lamhot SH. Sedangkan Tergugat dari PT. Agra Paripurna di kuasakan oleh Anton SH.Bersama juga Kuasa Hukum dari Pemkot Fajar SH dan tergugat LKMK Prapto juga Tidak Hadir. Turut Tergugat Awan Mega Gunawan Juga Hadir.

Dari ketiga Hakim menentukan Hakim Jihad SH, MHum sebagai Mediator dan Hakim Mediator menentukan Satu Minggu.Menurut Hakim Jihad SH, MHum.mediasi hanya diberi Waktu Tiga Puluh Hari, bisa dilakukan di luar Pengadilan dan bisa juga lewat Proposal atau lainnya. Sedangkan tergugat menawarkan apa sesuai dengan usaulan penggugat namun menurut penggugat tergantung dari apa yang di inginkan oleh tergugat jika usulan tersebut menguntungkan.

Sementara Kuasa Hukum PT.Agra Paripurna yaitu Anton SH. belum bisa di Komentari.

Beda dengan kuasa Hukum Pemkot Fajar SH, menjelaskan memang secara prosedur Pengalihan Tanah Ganjaran Kepihak PT. Agra Paripurna juga sesuai Prosedur namun kita dasarnya belum juga bisa menjawab apa-apa. Tapi nanti kita cek dahulu saja jelas Kuasa Hukum Pemkot Fajar SH kepada awakmedia.

Menurut Jimmy Lamhot SH, pada saat pengajuan belum ada gusuran Pasal 59 jonto 548 buku ke -2 KUHP tentang Perdata.

Besitel berhak juga mengajukan tanpa ada permohonan tapi dengan Permohonan lisan dan tidak tertulis. Sayang menurut Hakim tidak sesuai dengan Hukum Perdata. Tapi sejauh ini Hukum acara Pidana ada tapi Hukum Perdatanya tidak ada.

Sebagai korban Paguyupan Masyarakat Bersatu merasa kecewa dengan pihak lawan yang tidak pernah hadir dan di undar – undur sampai ke Empat kali.Harapan Pedagang Lapak Kedurus Kembalikan Tanah Tersebut , Supaya agar bisa berjualan kembali dan beraktifatas untuk mencari Nafkah Juga menghidupi anak dan istri di rumah.jelas Ketua Paguyupan Masyarakat Bersatu.

Menurut Jimmy Lamhot SH, yang penting respon dari para tergugat kalau bisa Negosiasi sebelum Mediasi di gelar. dan sudah ada Jawaban agar jangan kita sampai terlalu lama kita juga Kasihan dengan para penggugat nasibnya jelas Jimmy.SH.

Yang Perlu kita ketahui pedagang lapak kedurus itu menggugat Milyaran Rupiah kepada PT. Agra Paripurna lapaknya yang dirusak seenaknya dan tidak bisa berjualan juga tidak dapat penghasilan sudah berapa bulan kita tidak ada pemasukkan sama sekali. Kita sehari aja mendapatkan Inkam 1 juta sampai 2 juta dalam sehari berjualan.

Sekarang Pedagang lapak Kedurus sudah rugi banyak tidak ada pemasukkan sama sekali apalagi anak dan istri sekarang meratapi nasibnya sampai anaknya tidak bisa di kasi uang saku. Belum juga yang anaknya kecil-kecil juga masih butuh biaya sekolah,Sampai dimana PT.Agra Paripurna prikemanusiannya terhadap rakyat kecil dan main gusur aja pokoknya Para Pedagang Lapak ingin meminta kembali tanah Kas Desa tersebut dan bisa berjualan seperti semula.

Pedagang Lapak Kedurus Juga menggugat Pemkot Surabaya menjadi pihak Tergugat II, Juga Kelurahan Kedurus juga sebagai tergugat III dan juga Mega Awan Gunawan juga sebagai pihak turut tergugat.

Dengan sesuai berkas perkara dengan nomor 974/Pdt.G/ 2017/PN Sby, Suharsono juga selaku pihak penggugat meminta Hakim untuk Mengabulkan Gugatan secara keseluruhan dengan menyatakan tergugat I telah melakukan upaya perbuatan melawan Hukum yang merugikan penggugat dan menghukum tergugat I,II,III,IV juga turut tergugat untuk menerima dan mengabulkan Gugatan untuk seluruhnya.(yat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *