SIDANG TAK MENDASAR SENGKETA LAPAK KEDURUS

by Januari 18, 2018
Berita Utama Hukum 0   503 views 0

Paradigmaindonesia.com, Surabaya – Suasana persidangan di PN Surabaya terkait sangketa gugatan lapak pedagang di Kelurahan Kedurus Surabaya, Rabu (17/1/2018) jumlah 3.5 kuasa hukum tahan ajukan provesi.

Polemik pembongkaran lapak pedagang di Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang Surabaya yang berujung ke persidangan juga menemui  penyelesaian. Bahkan, hingga digelarnya sidang, Rabu (17/1/12018) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, permohonan kuasa hukum tentang penghentian segala aktivitas yang dilakukan tergugat diarea yang sudah rata dengan tanah tersebut ditolak Majelis Hakim.

Kuasa hukum paguyuban – Bernad Manurung SH, MH dan rekan mengajukan pemberhentian kegiatan aktivitas apapun dilapangan, apalagi melakukan pembongkaran, cegah penasehat hukum pedagang,  kepada Hakim Ketua, Slamet Riyadi dihadapan pihak tergugat.

Dalam permohonannya, Bernard menegaskan, permintaan penghentian aktivitas di area lapak tidak boleh dilakukan selama belum ada putusan hukum dari Pengadilan Negeri Surabaya. Sayangnya, permohonan kuasa hukum penggugat, dalam hal ini para pedagang, tidak mendapat respon menggembirakan dari hakim persidangan.

“kami tetap pada permohonan semula, bahwa jangan ada pembongkaran maupun aktivitas lain di area lapak,” tegasnya usai sidang yang berlangsung diruang Candra PN Surabaya.

Menyela langkah selanjutnya setelah tanggapan Hakim yang hanya berpatokan pada pengajuan berkas persidangan, Bernard mengaku, tidak masalah. Alasannya, upaya memohon kepada hakim tersebut merupakan bagian dari informasi yang bisa dijadikan pertimbangan hakim mengambil keputusan di persidangan pekan depan.

“kami tidak akan mengajukan provisi di sidang lanjutan. Karena, provisi bisa membias dan mengaburkan pokok perkara dan fokus materi yang disidangkan. Jadi, untuk sementara itu yang bisa kami mohonkan kepada hakim. Yang pasti, kita lihat saja disidang lanjutan,” tugasnya didampingi rekannya, Jemmy SH

Sementara, dalam sidang gugatan nomer 974/Pdt.G/2017/pn.sby yang dilayangkan para pedagang yang tergabung paguyupan masyarakat bersatu yang dikuasakan pengacara Bernard Manurung kepada pihak tergugat PT Agra Paripurna.

Sidang gugatan yang dihadiri tergugat PT Agra Paripurna yang dikuasakan Naning SH dan sebagai pengacara Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya serta tergugat Prapto kurang lengkap. Dalam sidang tersebut, tidak tampak hadir tergugat Awan Mega Gunawan hingga sidang berakhir dan ditunda pekan depan, 24 januari 2018.

Menurut ketua majelis, permohonan penggugat tidak bisa dikabulkan. Hakim ketua yang memimpin persidangan kurang dari satu jam tersebut menyatakan, tidak ingin keluar dari gugatan semula yang tidak ada dasar hukumnya.

“Kalau memang untuk seperti itu (permohonan larangan beraktivitas, red) harus ada dasarnya dari hukum perkara gugatan yang diajukan. Kami  hanya berpatokan pada gugatan yang dilayangkan saja. Selebihnya, kami tidak bisa keluar dari jalur,(yat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *