Siswa Pusdiktek Kodiklatal Dapatkan Pembekalan Dari DPP LVRI

by Januari 25, 2019

 

 

Surabaya,paradigmaindonesia.com-Dalam rangka meningkatkan semangat belajar sekaligus menambah kecintaan terhadap profesi sebagai Prajurit TNI Angkatan Laut, Sebanyak 91 Prajurit Siswa yang tengah menempuh pendidikan di Pusat Pendidikan Teknik (Pusdiktek) Komando Pendidikan Dukungan Umum (Kodikdukum) Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) mendapatkan pembekalan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang dilaksanakan di Gedung E.H. Thomas Kesatrian Bumimoro Kodiklatal.

Dari rilis Kodiklatal, (24/1) 91 Prajurit Siswa Pusdiktek tersebut adalah Siswa Pendidikan Pembentukan Perwira (Diktukpa) Angkatan ke-48 Korps Terknik dan siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Prajurit Karier (PK) Angkatan ke 38 Korps Teknik dan Listrik. Adapun purnawiran TNI AL yang memberikan pembekalan tersebut adalah Kolonel Laut (Purn) Bambang dan Kolonel Marinir (Purn) Gatot Suharsoyo.

Tampak hadir dalam acara tersebut Komandan Pusdiktek Kodikdukum Kolonel Laut (T) Rudi Hermawan, Para Komandan sekolah dilingkungan Pusdiktek diantaranya Komandan Sekolah Perwira (Dansepa), Komandan Sekolah Bintara (Danseba) dan Komandan Sekolah Tamtama (Danseta) Pusdiktek, selain itu hadir pula para Kabag dan Kama Pusdiktek.

Acara diawali dengan sambutan Komandan Pusdiktek Kolonel Laut (T) Rudi Hermawan, perkenalan pembicara satu Kolonel Marinir (Purn) Gatot Suharsoyo dan riwayat hidup selama penugasan, perkenalan pembicara dua Kolonel Laut (Purn) Bambang berikut riwayat hidup selama penugasan .

Komandan Pusdiktek Kodikdukum Kolonel Laut (T) Rudi Hermawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembekalan yang disampaikan nara sumber sekaligus pelaku sejarah perjalanan TNI AL tersebut bermanfaat bagi siswa, terutama siswa Dikmaba yang berasal dari masyarakat umum.

Menurutnya pembekalan dari para pelaku sejarah tersebut dapat menambah motivasi dan semangat belajar para siswa guna meningkatkan pfofesionalisme prajurit serta kecintaan terhadap profesi sebagai prajurit matra laut pengawal samudera, yang nantinya akan mengawaki KRI di satuan Kotama Operasi.

Sementara dari para nara Sumber menyampaikan bahwa TNI AL dibentuk dari perjuangan para pelaut Indonesia dalam rangka merebut kemerdekaan sekaligus memperhanakan kemerdekaan pasca terjadinya agresi militer Belanda. Dalam upaya mempertahankan sekaligus menyatukan Negara kesatuan Republik Indonensia yakni memasukan provinsi Papua banyak terjadi pertempuran yang mengorbankan jiwa dan raga.

Oleh sebab itu sudah selayaknya para generasi penerus TNI AL untuk mempertahankan kemerdekaan dengan belajar penuh semangat, meningkatkan profesionalisme dan pengetahuan sebagai bekal di KRI. (wan/yat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *