Sulis, Pengusaha Millenial yang Getol perhatikan kaum Duafa dan Pengangguran

by Januari 10, 2019
Berita Daerah Ragam 0   290 views 0

Madiun,paradigmaindonesia.com – Manfaat sedekah begitu banyak, diantaranya, bisa datang dari kesehatan, kemudahan, dan umur panjang dan lancar rejekinya. Sedekah juga bukti ketaatan manusia kepada Allah SWT.
Hal ini lah yang membuat Sulis pengusaha muda asal Madiun ini percaya kesuksesan bisnisnya juga tak lain berkat amalan sedekah. Sudah lebih dari 10 tahun silam Sulis selalu membantu masyarakat yang kurang beruntung disoal ekonomi.” Sudah tak terhitung jumlahnya mas.” tutur Sulis kamis 10/1
Sulis mengaku dirinya rutin memberikan sedekah pada penyandang disabilitas, masyarakat miskin serta kaum dhuafa. Tak hanya itu ia juga kerap membagikan sembako kepada panti asuhan dibeberapa daerah. ” Alhamdullilah saya kerap juga memfasilitasi peluang kerja bagi masayarakat yang masih menganggur.” tuturnya
Sementara ditanya mengapa begitu getol menyisihkan rejekinya, Sulis pengusaha kontraktor ini mengaku mepunyai visi dalam hidupnya, dirinya percaya bahwa berbuat baik kepada sesama tak akan membuat dirinya sengsara.
Dirinya juga meyakini, berbuat baik juga pasti akan memberikan hasil yang baik pula kepada setiap orang.

”Saya belum pernah lihat ada orang bantu orang miskin, dia jadi bangkrut dan jadi miskin. ” ucapnya

Oleh sebab itu, pria yang murah senyum ini ini juga berharap agar pengusaha-pengusaha lainnya juga bisa banyak berbagi kepada sesama. Dengan begitu, kata Sulis maka akan banyak sekali orang-orang, khususnya di Indonesia yang akan mendapatkan hidup yang lebih baik.” Intinya dimana ada orang yang tidak mampu disitu saya harus bisa hadir membantunya.” tutupnya
Pemberitaan Hendakanya Jaga Kode Etik
Sementara pemberitaan atas dirinya yang disampaikan salah satu media online beberapa waktu lalu, Sulis mengaku tidak benar dan tidak mengandung unsur layaknya sebuah berita dimedia mainstrem. “Bila seorang jurnalis menulis opini dan diberitakan, apalagi itu ditujukan kepada pihak tertentu dan kurang menyenangkan. Maka yang bersangkutan bisa saja dilaporkan secara yuridis dengan pasal 310/311 tentang pencemaran nama baik dan undang undang ITE ungkap.” tuturnya
Karena itu lanjut Sulis, pemberitaan hendakanya menjaga kode etik, salah satunya harus berimbang. Tentu juga sesuai dengan Undang Undang nomer 40 tahun 1999 sesuai pasal 28 undang undang dasar 1945.” Yang bersangkutan tidak pernah tatap muka dengan saya, atau atau percakapan via telp. Bagaimana mungkin yang diberitakan mempunyai unsur keberimbangan. ” tuturnya
Namun menurut Sulis apapun yang kita kerjakaan semua selalu memepunyai resiko, entah itu baik atau buruk. Namun semua itu adalah pelajaran berharga.

” Kita percaya Allah maha adil. Jika kita selalu patuh padanya Allah pasti akan memberikan jalan terbaik bagi umatnya.” pungkasnya( yat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *