Wadan Kodiklatal Kodiklatal Pimpin Upacara Peringatan Hari Ibu ke 90 Tahun 2018

by Desember 22, 2018
Angkatan Laut Berita TNI 0   233 views 0

Surabaya,paradigmaindonesia.com- Sedikitnya 2.500 Prajurit Antap, Prajurit Siswa dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) melaksanakan Upacara peringatan Hari Ibu ke 90 tahun 2018 yang dipusatkan dilapangan Laut Maluku Kesatrian Bumimoro Kodiklatal.
Adapun peringatan Hari Ibu yang dilaksanakan setiap tanggal 22 Desember tersebut dipimpin langsung Wadan Kodiklatal Laksma TNI Sugeng Ing Kaweruh, SE., M.M

Menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak RI Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, Ph.D dalam sambutan yang dibacakan Wadan Kodiklatal Laksma TNI Sugeng Ing Kaweruh, SE., M.M menyampaikan bahwa Hari Ibu Indonesia lahir dari pergerakan bangsa Indonesia. Dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan bangsa ini untuk meraih kemerdekaannya. Keterlibatan perempuan dibuktikan melalui kongres perempuan pertama 22 desember 1928 di Yogyakarta yang telah mengukuhkan se-mangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan indonesia.

Hakikat Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna hari ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa indonesia.

Untuk itu, sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu, PHI ditetapkan setiap tanggal 22 desember sebagai hari nasional bukan hari libur. PHI juga diharapkan mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. PHI juga diharapkan dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup pemenuhan hak dan kemajuan perempuan.

Di lain sisi, juga memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Saat ini bahkan terbukti perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara, mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (Agent Of Charger).

Perempuan indonesia masa kini adalah perempuan yang sadar dan memahami, memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Prinsip kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggung jawab yang seimbang antara perempuan dan laki-laki mulai dari lingkup keluarga, masyarakat bahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perempuan dan laki-laki kedua-nya adalah “parthnership” sekaligus sumber daya insani yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional.

Bertepatan dengan PHI yang ke-90 tahun 2018 ini, telah diusung tema: “bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa”. Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa indonesia tahun 2018 dan menyelaraskan dengan arah kebijakan pembangunan sebagaimana telah tercantum dalam RPJMN 2015-2019 serta mewujudkan nawacita sebagai salah satu agenda nasional. Berbagai persoalan sosial saat ini marak terjadi, dan berdampak kepada kehidupan masyarakat, khususnya perempuan dan anak, seperti terjadinya kekerasan, bentuk-bentuk perlakuan distri-minatif dan lain-lainnya. (yat/wan/kodiklatal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.