Yonif 1 Marinir Asah Naluri Tempur

by September 25, 2018
Angkatan Laut Berita TNI 0   739 views 0

Sidoarjo, paradigmaindonesia.com – Regu Pandu Tempur (Rupanpur) Batalyon Infanteri 1 Marinir melaksanakan sejumlah latihan untuk mengasah naluri bertempur mereka, antara renang ketahanan di Kolam Renang Tirta Krida Juanda, Sidoarjo, dikutip antara Jumat (21/9).
Kegiatan yang dipimpin Lettu Mar Novie Hariyanto tersebut merupakan salah satu materi dalam Latihan Dalam Dinas (LDD) Rupanpur Yonif 1 Marinir. Materi latihan lainnya yaitu penguasaan senjata organik dan pertempuran jarak dekat (PJD).
Lettu Mar Novie Hariyanto selaku koordinator lapangan menyampaikan LDD Rupanpur Yonif 1 Mar dilakukan secara bertahap bertingkat dan berlanjut hingga mereka benar-benar siap segalanya saat dibutuhkan.
Untuk materi penguasaan senjata organik, lanjutnya, prajurit Rupanpur dituntut mampu menggunakan senjata SS-1 dan IAR dengan alat bantu bidik (mepro) dalam waktu cepat dan akurat dalam pengenaan sasaran serta mampu mengatasi jika terjadi kendala.
“Dalam materi pertempuran jarak dekat (PJD), prajurit Rupanpur mengombinasikan ilmu dasar yang dimiliki dengan ilmu baru yang didapat saat melaksanakan platoon exchange di Hawaii bersama Marinir Amerika (USMC), beberapa waktu yang lalu. Sedangkan materi renang ketahanan, prajurit Rupanpur melaksanakan renang di kolam dengan menggunakan fin snorkel.
Sementara itu Komandan Batalyon Infanteri 1 Marinir Letkol Mar Danang Wahyu Isbiantoro di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa Rupanpur Yonif 1 Mar sudah dua kali berturut-turut menerima predikat Rupanpur terbaik tingkat Korps Marinir. Prestasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi prajurit Rupanpur Yonif 1 Mar untuk selalu belajar, belajar, dan belajar.
“Tidak ada kata mengeluh, tetap semangat dalam berlatih dimanapun dan kapanpun, sehingga kebanggaan yang telah dicapai bukan hanya kebanggaan semu melainkan benar-benar berisi dan nantinya benar-benar siap setiap saat dalam menjalankan misi yang sebenarnya,” katanya.
“Dalam setiap latihan yang dilakukan, mereka langsung mengadakan after action review (AAR) sehingga dapat meminimalisir kesalahan dan tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan,” ujarnya.(ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *