TNI AL-STTAL Surabaya, Ketua Cabang BS Jalasenastri Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), Ny. Ina Avando membuka Pelatihan Ketrampilan Umum dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) CBS Jalasenastri STTAL, bertempat di auditorium gedung Pulau Nipa Kampus STTAL Bumimoro Krembangan Surabaya. Selasa (23/11/2021).
Ketua Cabang BS Jalasenastri Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), Ny. Ina Avando dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan keterampilan pembuatan Bros Kanzashi dan Kalung Batik secara virtual yang diselenggarakan oleh Cabang BS Jalasenastri STTAL dengan Tema “Kreasi Manis Bernilai Ekonomis” ini diikuti oleh seluruh anggota Jalasenastri dari Sabang sampai Merauke melalui Virtual dan ditayangkan secara langsung di akun Youtube Pengurus Pusat Jalasenastri.
Pelatihan keterampilan ini juga diikuti langsung oleh Ketua Umum Jalasenastri, Ny. Vero Yudo Margono didampingi Waketum Jalasenastri, dan para pengurus inti PP Jalasenastri, serta anggota Jalasenastri dari seluruh Satuan Kerja TNI Angkatan Laut.
Kegiatan pelatihan dan keterampilan ini diharapkan dapat bermanfaat dan menginspirasi ibu –ibu Jalasenastri untuk tetap berkreasi dalam kondisi terbatas. Juga dapat memberikan nilai-nilai lebih secara ekonomi dan berkembang menjadi suatu peluang usaha.
Rangkaian acara diawali dengan Laporan Ketua CBS Jalasenastri STTAL Ny. Ina Avando, Pembacaan do’a, Penayangan UMKM Jamu, Pelatihan Keterampilan Pembuatan Bros Kanzashi dan Kalung Batik oleh Ny. Diah Edy Suhartono yang dipandu oleh moderator Ny. Dewi Prayudiyatmo, Penyerahan hasil keterampilan secara simbolis kepada Ketua Umum Jalasenastri, Pengumuman dan penyerahan piala dari Pengurus Pusat Jalasenastri kepada Kotama Pemenang dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Menurut Ny. Diah Edy Suhartono bahwa pada awal sejarahnya Kanzashi adalah hiasan rambut wanita Jepang yang sering dikenakan dengan Kimono, biasanya Kanzashi berupa tusuk konde. Seiring perkembangan jaman yang semakin modern, Kanzashi bisa diartikan sebagai seni melipat kain atau pita. Kanzashi tidak hanya sebagai tusuk konde tetapi juga diaplikasikan pada asesoris lain.
“Tujuan dari pemanfaatan perca kain batik ini untuk menambah nilainya dari yang biasanya hanya dibuang saja tetapi menjadi bernilai jual tinggi serta mengurangi limbah textile disekitar kita”, jelasnya.
(Pen/red)


Tinggalkan Balasan