PI – Maluku, Danrem 152/Babullah Brigjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P.,M.Si Maluku Utara resmi Kukuhkan Dandim 1509/Labuha Letkol Kav. Romy Parnigotan Sitompul S.Hub.Int dikukuhkan sebagai bapak asuh anak Stunting di Kabupaten Halmahera Selatan, Pengukuhan itu bersamaan dengan Dandim 1508/ Tobelo & Dandim 1510/ sula, belangsung di Aula Makorem 152 Babullah Ternate, Rabu (14/09/2022),
Pengukuhan Bapak Asuh Anak Stunting resmi disandang Oleh 3 Dandim jajaran Korem 152/Baabullah, bukan hanya sekedar Predikat tetapi sebagai bentuk tanggungjawab kepada Bangsa Indonesia,
Turud hadir dalam kegiatan ini
Wabup Provinsi Maluku Utara sebagai ketua TPPS Provinsi, Wakil bupati Halsel Bassam Kasuba, Danrem 152/Babullah, Deputi KBKR BKKBN RI, Dandim Jajaran Korem 152 Babullah, ibu Kaper BKKBN Maluku Utara, wakil ketua TP PKK provinsi Maluku Utara, Anggota DPRD komisi IV, Muspida provinsi Maluku Utara, SKPD lintas sektor & kepala OPB Kabupaten kota se-provinsi Maluku Utara,
Pengukuhan bapak asuh anak stunting ini dirangkaikan dengan rapat koordinasi percepatan penurunan stunting di wilayah korem 152/Babullah tahun 2022,
Dandim 1509/ Labuha Letkol Kav Romy Parnigotan Sitompul S.Hub.Int mengatakan, Bapak asuh anak stunting (BAAS) adalah gerakan gotong royong seluruh elemen bangsa dalam mempercepat penurunan stunting yang menyasar langsung keluarga beresiko stunting. Dimana, elemen bangsa adalah pemangku kepentingan yang terdiri dari peseorangan, masyarakat, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, media massa, organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, toko agama, mitra pembangunan,
“Dengan percepatan penurunan stunting seuaikan dengan ( pasal 3, Perpres nomor 72 tahun 2021). Untuk itu, sebagai bapak asuh anak stunting dengan tujuan akselerasi penurunan stunting yang sasarannya kepada Remaja, Calon Pengantin, Ibu Hamil & Ibu Menyusui, anak stunting dari usia 0 (Nol)- 59 bulan atau usia 5 Tahun, Maka diharapkan dengan kolaborasi strategi TNI-AD angka stunting di kabupaten Halsel dapat menurun secara signifikan,” Ujar Dandim.
Lanjut Dandim, Berdasarkan data dinas kesehatan Halmahera Selatan, Pada bulan Agustus 2022 ini data prevalensi stunting sesuai EPPGBM berada pada posisi 8 % dan capaian pengukuran 92%. Dengan demikian Halsel menduduki urutan Pertama pengukuran tertinggi di Maluku Utara.
Selaku bapak asuh anak stunting akan bekerja keras megerahkan Danramil jajaran kodim 1509/Labuha di wilayah kerjanya bersama berkolaborasi dengan lintas sektor secara terintegrasi & bersinergi untuk menurunkan angka stunting, Tutup Letkol Kav Romy Parnigotan Sitompul,
(Kp/red)


Tinggalkan Balasan