Taruna AAL Satlat KJK 2021 Peringati HUT ke-76 RI di Teluk Moresby Papua Nugini

by Agustus 17, 2021

Paradigmaindonesia – KJK 2021 (17/8), 88 Taruna Akademi TNI Angkatan Laut (AAL) Tingkat lll Angkatan ke-68 yang tergabung dalam Satuan Latihan Kartika Jala Krida (Satlat KJK) 2021 bersama seluruh ABK KRI Bima Suci dan staf pendukung memperingati HUT ke-76 Kemerdekaan Rl 2021 di Teluk Moresby, Papua Nugini, Selasa (17/8).

Pelaksanaan HUT ke-76 RI yang digelar di atas Galadak KRI Bima Suci dietape ketiga pelayaran keliling Indonesia dari Tual, Maluku Tenggara menuju Jayapura ini, dihadiri Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat) Letkol Laut (P) Khairul Anwar dan Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Waluyo, S.E., M.Tr (Hanla)., serta perwira staf lainnya.

Tampak gagah dan rapi berbaris di atas geladak tengah KRI Bima Suci, membuat formasi upacara yang terdiri dari peleton gabungan Perwira Menengah (Pamen), Perwira Pertama (Pama), Taruna AAL Angkatan ke-68 dan Peleton Gabungan Bintara-Tamtama dari Satlat dan Satgas KJK 2021 dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76 Th 2021 kali ini, di bawah Komandan Upacara, Kapten Laut (P) Rizky Prima yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Departemen Bahari (Kadepbah) KRI Bima Suci dengan lnspektur upacara Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Waluyo, S.E., M.Tr (Hanla).

Menurut Palaklat KJK 2021, peringatan HUT Kemerdekaan RI kali ini yang diperingati ditengah pelaksanaan Latihan KJK 2021 merupakan momen istimewa bagi seluruh personel Satlat KJK dan Satgas KJK tahun 2021.

Makna perjuangan ini tambahnya, juga harus dirasakan oleh seluruh Taruna dengan terus belajar dan berlatih ditengah tantangan cuaca dan ombak lautan yang dilewati guna membentuk karakter prajurit pengawal NKRI yang tangguh dan profesional.

Sementara itu Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dalam amanatnya yang dibacakan Inspektur Upacara mengatakan, peringatan ini mengandung makna bahwa perjuangan Bangsa Indonesia belum selesai menghadapi berbagai tantangan.

Untuk itu lanjutnya, diperlukan kerjasama, gotong royong dan bahu membahu untuk mencapai apa yang bangsa Indonesia cita-citakan. Perjuangan para pahlawan dimanapun dan kapanpun terangnya, tidak akan pernah dilupakan dan merupakan pemicu semangat dan memupuk jiwa nasionalisme bagi kita sebagai generasi penerus bangsa ini.

(Pen/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.