TNI AL Kodiklatal Bakti Sosial Satgas Lattek Wira Jala Yudha XIV/2021  di Banyuwangi

by November 13, 2021

Kodiklatal Banyuwangi, 12 November 2021, Sebanyak 593 prajurit siswa Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Latihan Praktek (Lattek) Layar Gabungan Wira Jala Yudha XIV/2021 bekerja sama dengan Lanal Banyuwangi menggelar kegiatan bakti sosial di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, Jumat, (12/11/2021).

Adapun kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan di kabupaten paling Timur Pulau Jawa dengan julukan The Sunrise Of Java tersebut antara lain penanaman pohon cemara udang, penanaman bakau dan pembersihan pantai Muncar Banyuwangi.

Kegiatan bakti sosial sebagai bentuk pengabdian prajurit Kodiklatal terhadap masyarakat Banyuwangi tersebut dibuka langsung Kolonel Laut (P) Andike Sry Mutia, S.Sos. selaku Direktur Latihan (Dirlat) Lattek Layar Gabungan Wira Jala Yudha XIV/2021 Siswa Kodiklatal. Hadir dalam pembukaan bakti sosial tersebut antara lain Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Ansori, Kapolres Kab. Banyuwangi AKBP Nasrul, Pemkot Banyuwangi dan Pramuka Saka Bahari Binaan Lanal Banyuwangi.

Acara diawali dengan apel Gabungan seluruh peserta bakti sosial penyerahan alat kebersihan kepada siswa peserta Lattek Wira Jala Yudha XIV/2021 Kodiklatal oleh Pemkot Banyuwangi dilanjutkan pembersihan sesuai sektor, penanaman pohon cemara udang oleh pejabat yang hadir dan penanaman bakau oleh siswa Kodiklatal.

Kolonel Laut (P) Andike Sry Mutia, S.Sos. selaku Dirlat Lattek Layar Gabungan Wira Jala Yudha XIV/2021 menyampaikan ucapkan terimakasih kepada seluruh undangan yang hadir saat ini, atas kepedulian dan peran serta untuk mendukung program pembersihan dan penghijauan yang dilaksanakan oleh Satgas Wira Jala Yudha XIV/2021 Kodiklatal.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa fungsi pohon sangat besar sekali dalam mencegah dan mengatasi serta melindungi garis pantai wilayah pesisir. Menurutnya kondisi hutan bakau di seluruh dunia saat ini sudah mulai kritis yang disebabkan oleh tingginya pencemaran pantai dikarenakan limbah industri, limbah cair seperti diterjen dan tumpahan minyak.

Penyebab kerusakan lainnya adalah banyaknya alih fungsi lahan bakau yang menjadi tambak, pengembangan pabrik dan perumahan penduduk di pesisir pantai. Oleh karena itu kerusakan yang mengakibatkan matinya pohon bakau harus kita cegah dengan cara menanam kembali pohon-pohon di daerah pantai seperti yang dilakukan saat ini.

Sedangkan dari pelaksanaan pembersihan ini diharapan dapat memberikan dampak lingkungan yang bersih bagi masyarakat sekitarnya serta memberikan kesadaran bagi masyarakat sekitarnya agar tidak membuang sampah sembarangan, mengingat Banyuwangi merupakan daerah wisata di ujung timur Pulau Jawa.

(Kp/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.